Aku selalu percaya bahwa ada hal-hal kecil dan konyol yang
pada akhirnya akan menjelma kebahagiaan besar. Memberi dan diberikan sepucuk
kertas berlabel ‘surat cinta’ seperti ini bisa disebut hal konyol yang cukup
menghibur. Dan lagi-lagi, kita bisa mencapai kebahagian hanya jika karena kita
mau menjadikan diri bahagia, bukan? Tak masalah kalau cuma hal sederhana
penyebabnya.
Surat 1 (Kak Sarah)
Darussalam, 12 juni 2014 di antara rentik-rentik hujan subuh
hari
Assalamualaikum
Dear Novi, si gadis easy going
Apa kabar? (ini bukan pertanyaan basa-basi, tapi memang aku
ingin tahu serius bagaimana kabarmu) aku berharap kamu selalu Allah sayang.
Amin.
Kau tahu, di saat jam dinding menunjukkan angka 07.01 aku
sedang makan pagi. Kata orang kesehatan, nasi yang masuk ke tubuh kita akan
diproses selama 3 jam, jadi kalau makan jam segini, baru akan menjadi tenaga di
jam hmmmmm jam 10 pagi, (ada ada saja), ini ceritaku pagi ini. Apa ceritamu?
Kau tahu mengapa orang tua melakukan hal apapun untuk
anaknya. Karena orang tua punya harapan besar yang mereka tanam pada anaknya. Bahkan
terkadang mereka merencanakan akan jadi apa anaknya kelak, meskipun terkadang
mereka harus mengalah dan mengikuti kemauan anaknya tanpa melirik harapan
mereka, tapi di hati terdalam, mereka tetap menggantungkan sebuah harapan besar
pada anaknya.
Aku bukan, eh belum menjadi orang tua, hanya saja entah
mengapa aku juga tiba-tiba menaruh harapan itu padamu, tapi berbeda dengan
orang tua, aku tak sekeren mereka, aku tak bisa melakukan banyak hal untukmu,
mungkin hanya serangkai doa yang kusampaikan. Tapi jangan dikira itu bukan
apa-apa, belum tahu the power of doa? (tanya om google kalau mau tau :p)
Harapan itu seperti apa bentuknya? Aku tak tahu, hanya saja
aku berharap dengan sikapmu yang easy going itu bisa membuat semua orang
mengubah pandangan kalau akhwat itu ga ekslusif banget, tapi bisa bercampur
meskipun tanpa berbaur. (kalau ga ngerti paragraf ini, PR!!) hha.. intinya novi
itu udah baik, tinggal lebih luas lagi aja menyebarkan kebaikannya.
Sembilan belas kata untuk novi, melakukan hal baru itu tidak
susah, hanya tinggal bertanya pada diri sendiri, mau tidak kita melakukan hal
baru tersebut.
Salam sayang *smile*
Surat 2 (Eka)
To : Vape (Siti Novia)
Ketika kita saling
berbisik,
Canda tawa dan
bercerita
Aku pun merasakan
untuk lebih lama tinggal
Pada debu, untuk
memadamkan
Bekas-bekas telapak
kaki
Sebelum senja, ada
yang bersikeras abadi
Semangat terus buat vape. Jangan pernah puas untuk hari ini
saja. Tapi ayoo bangkitkan semangatmu hingga berhasil!!!
Jangan malas nulis, kata bg Za :D
Terus berkarya beb :*
Love you :* mmuacchh (*Omaigat Eka, plis deh)
***
Ada beberapa surat lagi sebenarnya, tapi hanya ini yang
teridentifikasi pengirimnya. Oh , ada satu surat dari Elfi, gak dipublikasikan
karena isi suratnya muji semua. Beberapa lainnya juga sih, jadi berasa bukan surat
cinta, lebih ke kertas berisi kritik dan saran dari murid untuk guru PPL yang
mau selesai tugas ngajar di sekolah. Okelah, ga masalah. Salam dua jari! peluk cium banyak banyaaaak. Yuhuu. :D
Note: isi dari surat setelah diketik ulang tidak mengalami perubahan, baik dari isi surat, penulisan, ejaan, sampai jumlah huruf c dan h pada kata muach. -_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar