Jumat, 20 Juni 2014

Surat Cinta



Aku selalu percaya bahwa ada hal-hal kecil dan konyol yang pada akhirnya akan menjelma kebahagiaan besar. Memberi dan diberikan sepucuk kertas berlabel ‘surat cinta’ seperti ini bisa disebut hal konyol yang cukup menghibur. Dan lagi-lagi, kita bisa mencapai kebahagian hanya jika karena kita mau menjadikan diri bahagia, bukan? Tak masalah kalau cuma hal sederhana penyebabnya. 


Surat 1 (Kak Sarah)

Darussalam, 12 juni 2014 di antara rentik-rentik hujan subuh hari
Assalamualaikum
Dear Novi, si gadis easy going

Apa kabar? (ini bukan pertanyaan basa-basi, tapi memang aku ingin tahu serius bagaimana kabarmu) aku berharap kamu selalu Allah sayang. Amin.
Kau tahu, di saat jam dinding menunjukkan angka 07.01 aku sedang makan pagi. Kata orang kesehatan, nasi yang masuk ke tubuh kita akan diproses selama 3 jam, jadi kalau makan jam segini, baru akan menjadi tenaga di jam hmmmmm jam 10 pagi, (ada ada saja), ini ceritaku pagi ini. Apa ceritamu?

Kau tahu mengapa orang tua melakukan hal apapun untuk anaknya. Karena orang tua punya harapan besar yang mereka tanam pada anaknya. Bahkan terkadang mereka merencanakan akan jadi apa anaknya kelak, meskipun terkadang mereka harus mengalah dan mengikuti kemauan anaknya tanpa melirik harapan mereka, tapi di hati terdalam, mereka tetap menggantungkan sebuah harapan besar pada anaknya.

Aku bukan, eh belum menjadi orang tua, hanya saja entah mengapa aku juga tiba-tiba menaruh harapan itu padamu, tapi berbeda dengan orang tua, aku tak sekeren mereka, aku tak bisa melakukan banyak hal untukmu, mungkin hanya serangkai doa yang kusampaikan. Tapi jangan dikira itu bukan apa-apa, belum tahu the power of doa? (tanya om google kalau mau tau :p)

Harapan itu seperti apa bentuknya? Aku tak tahu, hanya saja aku berharap dengan sikapmu yang easy going itu bisa membuat semua orang mengubah pandangan kalau akhwat itu ga ekslusif banget, tapi bisa bercampur meskipun tanpa berbaur. (kalau ga ngerti paragraf ini, PR!!) hha.. intinya novi itu udah baik, tinggal lebih luas lagi aja menyebarkan kebaikannya.

Sembilan belas kata untuk novi, melakukan hal baru itu tidak susah, hanya tinggal bertanya pada diri sendiri, mau tidak kita melakukan hal baru tersebut.

Salam sayang *smile*



Surat 2 (Eka)

To : Vape (Siti Novia)

Ketika kita saling berbisik,
Canda tawa dan bercerita
Aku pun merasakan untuk lebih lama tinggal
Pada debu, untuk memadamkan
Bekas-bekas telapak kaki
Sebelum senja, ada yang bersikeras abadi

Semangat terus buat vape. Jangan pernah puas untuk hari ini saja. Tapi ayoo bangkitkan semangatmu hingga berhasil!!!
Jangan malas nulis, kata bg Za  :D
Terus berkarya beb :*
Love you :* mmuacchh  (*Omaigat Eka, plis deh)

***

Ada beberapa surat lagi sebenarnya, tapi hanya ini yang teridentifikasi pengirimnya. Oh , ada satu surat dari Elfi, gak dipublikasikan karena isi suratnya muji semua. Beberapa lainnya juga sih, jadi berasa bukan surat cinta, lebih ke kertas berisi kritik dan saran dari murid untuk guru PPL yang mau selesai tugas ngajar di sekolah. Okelah, ga masalah.  Salam dua jari! peluk cium banyak banyaaaak. Yuhuu. :D


Note: isi dari surat setelah diketik ulang tidak mengalami perubahan, baik dari isi surat, penulisan, ejaan, sampai jumlah huruf c dan h pada kata muach. -_-

Tidak ada komentar: